web statistics

Pasienku-pasienku

Pasienku-pasienku

Namaku Jacky aku adalah seorang dokter ahli kecantikan berusia 35th, aku telah berkeluarga dan keluargaku merupakan keluarga yang bahagia.Sesuai dengan profesiku yang seorang dokter kecantikan maka pasienku lebih banyak adalah yang berjenis kelamin wanita walaupun ada juga yang berjenis kelamin pria. Dengan banyaknya saya menangani ibu-ibu muda, walaupun saya awalnya masih sangat profesional dalam menangani pasien (dalam artian hanya sebatas hubungan dokter dan pasien), tetapi lama kelamaan saya tergoda juga setelah sekian kali digoda oleh sebagian ibu-ibu muda yang genit.Inilah awal mula saya tergoda untuk melakukan perselingkuhan dengan pasienku. Salah seorang pasien saya seorang ibu muda berusia sekitar 30th bernama Lina(samaran) adalah seorang wanita yang sangat nakal dan sexy, setiap dia datang ke tempat praktek saya dia selalu mengenakan pakaian yang super ketat dengan potongan dada yang agak rendah yang menonjolkan setiap lekukan tubuhnya terutama payudaranya yang menurut saya berukuran 36c payudaranya masih sangat kencang dan bulat mengacung. Biarpun banyak pasien saya yang juga berpenampilan demikian tapi saya biasanya masih bisa menjaga keprofesionalan saya, tetapi lain dengan zus Lina ini, dia selalu berani menggoda saya.Pada suatu malam sewaktu pasien saya sudah pada pulang dan saya sudah berniat untuk menutup praktek saya serta perawat saya yang bernama Wati sudah permisi untuk pulang, saya mendapat telepon dari zus Lina ini bahwa dia mau datang, “dok sudah mau tutup ya prakteknya, saya mau datang nih untuk melanjutkan suntikan placenta(untuk awet muda) saya, jangan tutup dulu ya tunggu saya dulu.” Awalnya saya sudah enggan untuk menerimanya lagi karena saya sudah capek sekali karena jam sudah menunjukkan jam 10 malam, tetapi karena dia adalah langganan dan saya tidak ingin mengecewakan pasien maka saya mengiakan juga,”Oke deh saya tunggu tapi jangan lama-lama ya saya udah mau pulang nih”, kataku. “Iya deh saya segera meluncur ke sana kira-kira 10menitan ya.” Akhirnya setelah saya menunggu sekitar 15menitan Zus Lina muncul juga dihadapanku dengan tank top putih agak tipis sehingga kelihatan BH berendanya dipadu dengan hot pants yang sangat pendek yang memamerkan lekuk pinggulnyanya yang menggiurkan juga paha dan betisnya yang putih mulus menggoda. ” Ya gimana siap disuntik hari ini, sakit lo soalnya jarumnya spesial gedenya” gurauku. “Aduh takut nih dok, jangan sakit-sakit ya,”pinta Zus Lina dengan gayanya yang manja.Saya lalu mulai mempersiapkan jarum suntik serta plasentanya dan mulai mengikat lengan atasnya untuk memblok venanya sehingga mudah untuk disuntikkan placentanya (seperti PMI mau mengambil darah). Sewaktu saya sedang menyuntikkan plasenta tersebut dia mengerang kesakitan sambil tangan kirinya mencengkeram paha saya,”Aww…sakit dok, tapi enak”.Saya hanya tersenyum saja mendengar itu. Setelah selesai saya menempelkan kapas di tangannya lalu dia mengerang kesakitan,”aduh dok sakit dok lain dari biasanya dok, tolong dong diurut tangan saya”. Akhirnya saya pun mulai mengurut tangannya yang halus, dia meminta saya untuk mengurut sampai agak tinggi ke arah bahunya. Disinilah dia mulai menggesekkan payudaranya ke tanganku, dia mulai mendesah-desah,”shh…hah…enak dok,” saya pun mulai terangsang dengan perlakuan dia urutan saya pun mulai meninggi sampai ke bahu dan turun sampai ke buah dadanya, saya masih ragu-ragu tapi melihat dia cuek saja dan malah mendesah semakin menikmati maka saya makin berani. Tangan saya mulai saya selipkan ke belahan buah dadanya dan akhirnya saya beranikan masuk melewati sela BH bagian atasnya, akhirnya tersentuhlah putingnya yang rupanya sudah menegang saya membelainya beberapa saat lalu saya beranikan diri membuka tank topnya,”saya buka bajunya ya untuk diperiksa lebih lanjut”,kataku. Dia hanya diam mendesah serta mengangguk setuju malah akhirnya dia yang membuka seluruh pakaiannya kecuali BH berenda serta celana dalam putih berenda transparan yang membayang vagina serta bulu kemaluannya yang ditata rapi itu. Saya mulai berani mencium payudaranya dan dengan tangan kanan saya membuka BHnya mencuatlah payudaranya yang sudah mengacung karena sudah terangsang dari tadi dengan puting merah jambu serta daerah sekitar puting yang agak luas berwarna merah jambu sangat kontras dengan payudaranya yang putih sexy serta besar itu, saya pun melahapnya dengan rakus dia pun menyeracau dengan nafsunya,”dok isep terus tetekku ah nikmat dok isep,jilat dok,” sambil tangan saya mulai menyusup ke celana dalamnya dan mulai mengusap daerah klitorisnya dia semakin mengerang keenakan vaginanya sudah sangat basah. Saya mulai menjilat daerah perut sampai ke paha lalu ke selangkangannya baru akhirnya sampai ke vagina dan klitorisnya, saya menjilatnya dengan rakus sampai dia mengerang keenakan,”ah dok jilat terus memek saya ough…memek saya gatal sekali ough…ah…enak sekali dok,” akhirnya dia mencapai klimaksnya dengan menjerit,”ah dok terus dok saya mau keluar ah…”, akhirnya dia menyemburkan cairannya di mulutku yang terasa agak gurih. Setelah itu dia menyuruhku duduk di meja periksaku lalu pelan-pelan membuka celanaku,”kuisep ya ******nya,”lalu dia perlahan-lahan mengisap penisku sambil dijilat dan digigit mesra ujung topi bajaku. sambil kubuka sendiri bajuku dia terus menjilat penisku dengan rakusnya, setelah 10menit dia mengisapnya saya merasa akan keluar,”Lin saya mau keluar ah…ah,” dia memaju mundurkan mulutnya ke penisku dengan cepat dan dalam sampai seperti mau menelan penisku. Sesaat kemudian aku mengeluarkan spermaku ke mulutnya, dia menelannya sampai hanya di sela mulut yang tersisa kuangkat dia lalu kita berbaring bersama sambil berciuman di meja periksaku, terasa spermaku yang masih melekat di sela-sela bibirnya terasa asin. Setelah beristirahat sebentar saya mengajak dia untuk berpindah ke sofa ruang tamu praktekku lalu mulai kujilati lagi payudara montoknya, dia mulai terangsang lagi,”aoh dokter nakal deh, memek saya berdenyut lagi nih jilatin gak mau tau,” akhirnya saya jilatin memeknya lagi sampai basah,”akh…masukin sekarang dokterku sayang”. Saya tanpa membuang waktu karena penisku sudah mengacung lagi maka saya langsung menancapkan penisku ke dalam vaginanya. Sungguh peret vaginanya sambil ada gerakan memijat di dalam vaginanya tambah nikmatlah penisku. Kugenjot semakin nafsu dan dia mengerang dengan nikmatnya,” ah…oh…dok nikmat genjot terus memekku, ******mu nikmat sekali dok oh…ah,” saya mulai menggenjotnya dengan berbagai gaya mulai dari gaya konvensional,doggy style, cowgirl style, sampai anusnya pun tidak terlewatkan. Akhirnya setelah 45 menit saya sudah tidak tahan lagi dan dia pun sudah orgasme 2 kali maka,”Aku mau keluar lina sayang,” Aku juga kita bareng aja ya dok”, seiring semaking cepatnya goyanganku dia juga mengimbangiku dengan gerakan memutar dan kita saling berpagutan liar akhirnya saya menyemprotkan cairan sperma saya kedalam vaginanya. Oh nikmatnya tidak terkatakan, saya akhirnya ketagihan untuk melakukan perselingkuhan ini lagi. Saya dan Lina akhirnya berjanji untuk melakukannya lagi.Tunggu cerita saya selanjutnya dengan pasien yang lain, dengan perawatku, dan dengan dua orang wanita sekaligus serta kadang bertiga dengan istriku.

Author: ninja
Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *